Cara Mengontrol Emosi (Regulasi Emosi Diri Sendiri)

Pemahaman Diri
Ade Chandra Gita Kusuma
14 Des 2020
Cara mengontrol emosi

Halo Perseners, gimana kabarnya hari ini? Gak ada bosennya nih aku ngingetin terus buat kamu semua, supaya bisa selalu sehat di mana pun kamu semua berada.

Apakah kamu pernah melakukan sesuatu yang merugikan akibat sulitnya mengontrol emosi? Marah-marah ke temen dengan nada tinggi sampai  berani melakukan tindakan fisik yang justru setelahnya buat kamu merasa menyesal untuk ngelakuinnya?

Atau ketika rasa sedih menghampirimu, kamu jadi sulit untuk bisa berinteraksi dengan orang lain? Diajak ngobrol gak mau sampai diajak makan ke tempat favoritmu, kamu juga gak mau. Sampai akhirnya lagi-lagi kamu merasa menyesal dan makin sedih karena gak menerima tawaran-tawaran tersebut.

Banyak dari kamu semua pasti pernah seenggaknya merasakan kejadian-kejadian kayak di atas. Sulit mengontrol pas emosi hadir di dalam diri, entah itu marah, sedih, cemas, dan takut. Kita lebih sering menerima emosi yang hadir dengan berbagai tindakan-tindakan yang berujung merugikan.

Hal ini mungkin bisa terjadi karena kita jarang banget bertanya sama diri sendiri saat emosi-emosi tersebut muncul. Contohnya kayak bertanya kenapa aku bisa semarah ini, apa sih yang ngebuat aku jadi sesedih ini, dan pertanyaan lainnya yang seharusnya bisa kita semua lakukan sebelum bertindak lebih jauh.

Well, kalau kita ngomongin soal bertanya pada diri sendiri saat rasa emosi menghampiri, otomatis kita juga ngomongin tentang yang namanya regulasi emosi. Apa sih itu regulasi emosi dan bagaimana cara kita untuk bisa mengontrol emosi yang kita miliki?

Kenapa melakukan regulasi emosi ini penting untuk kamu lakukan? Kamu semua bisa mengetahuinya lebih detail di video ini!

Nah, kebetulan banget artikel kali ini akan ngebahas tentang regulasi emosi. Makanya simak terus sampai akhir biar kamu semua bisa dapetin insight-nya secara menyeluruh.

Jangan lupa untuk share ke seluruh temenmu, agar mereka juga mendapatkan manfaat yang sama denganmu.

Apa Itu Regulasi Emosi?

Regulasi emosi adalah kemampuan yang kita miliki untuk bisa mengatur emosinya, sehingga kita gak terlarut dalam emosi yang dirasakan. Menurut Gross hal ini berfungsi untuk mengelola emosi biar respon emosi kita gak salah dan berakhir sedih atau menyesal itu tadi.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bukannya emosi itu sifatnya mutlak sehingga gak bisa dikontrol dan gak bisa diubah-ubah ya? Well, itu semua bener bahwa emosi sifatnya otomatis sehingga kita gak bisa request atau mengubah-ubah emosi seenaknya.

Contohnya pas kamu lagi ngantri makanan dan saat itu juga antrianmu diserobot. Pasti tanpa disadari respon emosi otomatis yang timbul adalah marah dan kesal. Jadi, karena sifatnya otomatis, pasti emosi ini akan muncul setiap ada stimulus atau kejadian apapun dari luar.

Terus gimana sih cara meregulasi emosi dengan baik?

Cara Melakukan Regulasi Emosi

Gimana sih cara ngelakuin regulasi emosi biar kamu bisa mengontrol diri saat rasa emosi menghampiri? Berikut ada 5 cara yang bisa kamu coba terapkan:

1. Ketahui emosi yang kamu miliki

Hal yang perlu kamu tau sejak awal adalah kamu gak bisa mengontrol emosi orang lain. Dan yang bisa kamu kontrol adalah emosimu sendiri. Untuk itu, penting banget buat kamu untuk mengenali emosimu sendiri.

Inget, kalau tindakan dan emosi yang kamu rasakan adalah milikmu. Jadi, segala tindakan yang kamu lakukan saat emosi muncul adalah tanggung jawabmu dan akan menggambarkan dirimu.

2. Bertanya ke diri sendiri

Pas emosi muncul dan sebelum ia menguasai dirimu, coba untuk bertanya sama dirimu dulu. Apa yang membuatmu jadi semarah ini? Kenapa harus sesedih ini? dan pertanyaan lainnya yang dapat mengidentifikasi perasaanmu.

Jangan sampai kamu bertindak dan nantinya hanya akan merugikan dirimu sendiri. Hal ini juga bisa kamu terapkan pas kamu ngerasa emosi sama orang. Jadi kamu gak gampang menilai orang dan bisa menunda emosimu agar gak meledak.

3. Challenge dirimu sendiri

Challenge yang dimaksud di sini adalah kamu mencoba menilai emosi yang kamu rasakan. Sama kayak bertanya pada diri sendiri, challenge ini juga bertujuan untuk mencari tau pemicu yang membuat emosimu muncul.

Contohnya kayak kamu lagi marah sama orang. Daripada kamu langsung mukul, ada baiknya kamu cari tau dulu kenapa kamu marah sama orang itu. Perlu gak sih kamu mukul dia?

Jadi, kamu bisa berpikir ulang, perlu atau gak kamu bertindak menuruti emosimu.

4. Pahami jenis emosi

Maksudnya tuh gini, kita kan punya rasa emosi. Nah kita harus bisa mengelompokan emosi-emosi tersebut.

Contohnya pas diputusin sama pacar, ya mungkin kita ngerasa sedih. Ya udah gak apa, kalau mau sedih ya nangis aja jangan kemudian kamu menutupi kesedihanmu di depan orang lain sambil bilang, “aku gapapa kok”.

5. Ambil hikmah dan pelajaran dari rasa emosi

Apapun pemicu yang bikin kamu ngerasa emosi, apapun perasaan yang kamu alami pas lagi emosi, dan tindakan apa aja yang udah kamu lakuin pas lagi emosi. Ambillah pelajaran dan hikmah dari semua permasalahan itu.

Belajar dari kejadian yang membuatmu emosi adalah cara terbaik agar gak mudah emosi lagi dengan hal yang sama berulang kali.

Regulasi emosi ini penting untuk kamu kuasai, dari belajar memahami diri sendiri sampai bisa melihat segala sesuatu dari berbagai macam sisi atau sudut pandang yang berbeda. Dibandingkan kamu terus menerus menyalahkan orang di sekitarmu yang sebenarnya gak bisa kamu kontrol.

Kamu bisa melihat sudut pandang dari orang-orang yang membuatmu merasa emosi. Kenapa dia ngelakuin hal itu? Apa yang membuat dia bisa melakukannya? Dan pertanyaan lainnya.

Hal ini bisa kamu lakukan agar gak salah dalam mengambil sebuah keputusan karena ada pepatah yang berbunyi kayak gini:

“Janganlah kamu berjanji ketika sedang senang dan janganlah kamu mengambil sebuah keputusan ketika kamu sedang marah”

Mulai kebiasaan untuk regulasi emosi sedari dini dan kalau sulit buat kamu ngelakuinnya sendiri, kamu bisa pakai layanan online konseling dan mentoring dari Satu Persen. Karena di sana kamu akan dibantu oleh mentor dan para ahlinya.

CTA-Konsultasi-11

Untuk mengetahui lebih banyak juga topik tentang pemahaman diri atau self-development lainnya, kamu bisa kunjungi YouTube, blog, Podcast, LinkedIn, dan Instagram Satu Persen di @satupersenofficial.

Aku harap artikel ini bisa bermanfaat dan lewat membaca artikel ini bisa membuatmu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Aku Chandra dari Satu Persen, selamat mencoba untuk ngontrol emosimu dengan regulasi emosi!

Thanks!

Referensi

Gross, J.J. (2002). Emotion Regulation: Affective, Cognitive, and Social consequences. Psychophysiological Research. USA : Department of Psychology Stanford University.

Gross, J.J. & Jonathan R. (2007). Emotion and Emotion Regulation: A Map for Psychotherapy Researchers. Clinical Psychology: Science and Practice . 14(4): December 2007. Blackwell Publishing on behalf of the American Psychological Association.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.